Selasa, 29 September 2015

Khasiat Dan Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan


Pada postingan ini kita akan membahas tentang Manfaat Daun Kelor, Pernahkan sobat mendengar peribahasa yang mengatakan bahwa "dunia tak selebar daun kelor" ?, itu karena daun ini memiliki ukuran yang kecil, tetapi jangan salah, dibalik ukuran nya yang kecil itu, daunnya memiliki sejuta manfaat dan khasiat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Karena kandungannya yang melimpah, sehingga para ilmuan menyebutnya sebagai pohon ajaib, atau "Miracle Tree". baca juga manfaat daun kelor untuk kanker.
Khasiat daun kelor

Kelor juga disebut sebagai Moringa oleifera dan merupakan tumbuhan dari jenis suku Moringaceae. Daunnya berbentuk bulat lonjong dan ukurannya yang kecil tersusun rapi pada sebuah tangkai, biasanya dimasak sebagai sayur untuk pengobatan dan menjaga kesehatan, dan tumbuhan ini juga memiliki tinggi batang sekitar 7 sampai 11 meter, memiliki bunga dengan warna putih kekuning-kuningan yang mengeluarkan bau dengan aroma bau semerbak, serta memiliki buah dengan bentuk segitiga memanjang biasa nya di sebut kelentang dan biasanya juga bisa dimasak sebagai sayur.
Dunia tak selebar daun kelor
Penelitian pada manfaat daun kelor dimulai dari daunnya, lalu kulit batang, buah dan bijinya, telah dimulai sejak tahun 1980, negara yang tradisi penduduknya menanam pohon kelor adalah somalia, etiopoa, sudan, karena pohon kelor merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari sebagai sayuran dan berfungsi untuk menjaga kesehatan, dan juga hasil dari tanaman ini di perjual belikan. Kegunaan lain dari daun kelor yaitu untuk menjaga tanah agar tidak longsor, air hujan dapat di tahan oleh sistem akar tumbuhan kelor yang sangat rapat, hal ini telah digunakan di kawasan Konso dan juga Arba Minch, juga digunakan sebagai konservasi tanah, terasering. dan ketika musim kemarau datang, akar disekitar pohon kelor yang menyimpan air akan menjadi sumber air bagi tanaman lainnya. baca juga manfaat daun sirsak.
Manfaat daun kelor

Manfaat Daun Kelor

Organisasi kesehatan dunia WHO menganjurkan bagi anak-anak dan bayi yang masih didalam masa pertumbuhan untuk mengkonsumsi ini karena manfaat daun kelor sangat baik, karena ternyata mengandung :
  • Diketahui bahwa mengandung Potasium Tiga kali lipat dari pada pisang.
  • Juga mengandung Kalsium Empat kali lipat lebih banyak daripada susu.
  • Dan juga di ketahui memiliki Vitamin C Tujuh kali lipat daripada jeruk.
  • Mengandung Vitamin A Empat kali lipat lebih banyak dari pada wortel.
  • Juga memiliki Dua kali lipat protein dari pada susu.
    manfaat daun kelor
Organisasi inilah yang menobatkan pohon kelor sebagai miracle tree setelah melakukan penelitian dan mengetahui manfaat daun kelor lah yang berjasa sebagai penjaga kesehatan yang bisa didapatkan dengan harga murah selama 40 tahun pada negara-negara termiskin di dunia ini. dan berikut Khasiat daun kelor.
  1. Alergi, untuk mengatasi alergi,ambil tiga gagang dan direbus, adas pulasari secukupnya, ditambah satu siung bawang merah, dan ditambahkan dengan air sebanyak tiga gelas, rebus sampai air mendidih dan sisa kira-kira dua gelas, lalu disaring dan minum setiap hari secara rutin.
  2. Herpes, kurap dan luka bernanah, ambil tujuh gagang daun kelor lalu tumbuklah sampai halus kemudian diitempelkan pada bagian yang bermasalah, Manfaat Buah Daun.
  3. Sakit mata, ambil tiga gagang lalu di tumbuk hingga halus dan ditambahkan air satu gelas, di aduk sampai merata, lalu diamkan sampai mengendap ampasnya untuk digunakan airnya untuk tetes mata.
  4. Manfaat daun kelor untuk Rematik, pegal linu, nyeri, ambillah dua gagang dan kapur sirih sebanyak setengah sendok makan lalu di tumbuk sampai halus, setelah halus gosok pada bagian tubuh yang sakit sebagai param.
  5. Menghilangkan flek wajah, ambillah beberapa daun yang masih muda, tumbuk sampai sangat halus lalu dipakai untuk bedak atau bisa juga di campur dengan bedak.

Cara Diet Alami dalam 1 Minggu Secara Sehat dan Alami


Jika Anda dapat menggabungkan pola makan yang baik dan sehat dengan rezim latihan, maka ini bisa menjadi trik Anda untuk cara tercepat untuk menurunkan berat badan. Cara diet alami dalam 1 minggu tidak akan merusak tubuh Anda, karena meskipun ketat dan mungkin berat, diet dengan cara alami jauh lebih baik dan menyehatkan daripada menggunakan obat-obatan yang penuh dengan bahan kimia yang tidak sehat dan mungkin dapat menyebabkan munculnya hal yang tidak diinginkan. Diet ini sangat efektif,
Cara diet alami dalam 1 minggu - Shutterstock
Cara diet alami dalam 1 minggu – Shutterstock

Cara Diet Alami dalam 1 Minggu: Pilihan Menu

Dalam cara diet alami dalam 1 minggu, yang pertama dan terpenting yang harus Anda ingat adalah bahwa Anda tidak harus melewatkan makan. Anda juga tidak perlu makan di waktu yang tidak teratur dalam rencana penurunan berat badan Anda. Juga, pastikan bahwa Anda mengatur target yang realistis dalam program penurunan berat badan sebelum memulai melakukannya dan mencoba untuk mencapai target yang ditetapkan. Tidak ada gunanya Anda mengejar target yang tidak realistis, karena tidak akan tercapai dan hanya akan membuat Anda semakin tertekan.
Untuk pilihan menu diet alami dalam 1 minggu, ada beberapa yang perlu Anda coba:
Buah
Anda memiliki pilihan untuk makan semua buah-buahan yang Anda suka. Tapi, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa Anda menghindari pisang, karena pisang mengandung kalori yang cukup besar. Beberapa buah-buahan yang disarankan adalah semangka dan melon. Semangka dan melon sebagian besar terbuat dari air, sehingga tidak menggemukkan. Meskipun berat dengan air, semangka dan melon memiliki kandungan gizi yang besar dan juga sangat mengenyangkan.
Diet sehat dengan konsumsi buah - Shutterstock
Diet sehat dengan konsumsi buah – Shutterstock
Air
Anda juga seharusnya minum sekitar 10 gelas air pada minggu diet Anda. Dengan dibantu air, rasa lapar akan berkurang dan racun dalam tubuh akan disterilisasi. Usahakan untuk minum air dingin, karena air dingin memiliki kalori negative. Jika Anda merasa lapar, cobalah makan lebih banyak buah dan tentu saja minum air.
Sayuran
Anda dapat memakan segala macam sayuran yang Anda suka baik dalam keadaan mentah ataupun dimasak. Mengkonsumsi sayuran rebus juga merupakan pilihan yang baik.

Cara Diet Alami dalam 1 Minggu: Olah Raga

Selain dengan makan makanan sehat, cara diet alami dalam 1 minggu juga harus dilengkapi dengan olahraga yang rutin. Olahraga tidak perlu yang berat. Cukup dengan melakukan pergerakan tubuh yang membakar lemak dan mengeluarkan keringat setiap hari, maka efeknya sudah akan kelihatan. Di pagi hari,  lakukan sesi kardio ringan selama 30 menit untuk meningkatkan metabolisme. Ini bisa Anda lakukan dengan jalan cepat, jogging atau juga dengan berenang.
Olah raga sangat penting untuk diet sehat - Shutterstock
Olah raga sangat penting untuk diet sehat – Shutterstock
Pada malam hari, lengkapi cara diet alami dalam 1 minggu dengan latihan fisik yang agak berat seperti push up dan sit up. Setelah itu, lanjutkan dengan cardio singkat tetapi agak berat dengan berlari kencang di tempat selama 15 menit.

Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan


Daun kelor adalah daun yang bentuk daunnya menyirip dengan ukuran helaian daun yang kecil dan berbentuk oval telur. Warnanya hijau tua lebih pucat. Biasanya pohon kelor ini tumbuh anatara 3 sampai 10 meter. Daunnya ternyata memiliki banyak kegunaan dan khasiat untuk tubuh.  Manfaat daun kelor kini banyak digunakan sebagai ekstrak obat berbagai jenis penyakit atau diolah secara tradisional untuk dijadikan ramuan herbal.
Manfaat daun kelor (simplelinx)
Manfaat daun kelor (simplelinx)
Manfaat daun kelor bagi tubuh banyak sekali, dimulai dari penyakit yang ringan saja sampai penyakit yang kronis yang memerlukan bantuan medis segera. Berikut ini akan dijelaskan seperti apa sebenarnya manfaat dari pohon kelor dan daunnya yang bisa dimanfaatkan dalam bidang kesehatan khususnya untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit pada manusia.

Manfaat daun kelor untuk Berbagai Jenis Penyakit

Dari akar sampai biji, bunga, dan buahny, daun kelor memiliki manfaat yang tiada terkira. Akar kelor yang direbus akan menyembuhkan rematik, diuretikum, gonorrhoea, dan antiskorbut. Akar kelor mampu melarutkan air seni, dahak, dan peluruh haid yang baik. Bisa juga digunakan untuk mencegah iritasi kulit dan untuk mengobati pegal-pegal dan lemah.
manfaat daun kelor untuk diabetes (kelorina)
manfaat daun kelor untuk diabetes (keloriva)
Manfaat daun kelor untuk diabetes pun ternyata benar adanya. Anda bisa memanfaatkan daun kelor untuk mengobati diabetes yang terjadi pada Anda. Ramuan daun kelor yang direbus kemudian diminum airnya akan mengobati dari dalam dan mengurangi resiko pertumbuhan dan perkembangna penyakit diabetes.
Selain itu, daun kelor pun berguna untuk mengobati kanker. Manfaat daun kelor untuk kanker dapat dirasakan dengan mengonsumsi ekstrak daun kelor, biji, dan akarnya yang sudah banyak dijual di tempat jualan ramuan herbal. Banyak yang sudah membuktikan keampuhan daun ini sehingga daun kelor banyak diminati oleh pengidap kanker.
manfaat daun kelor kanker (apotekmaxs)
manfaat daun kelor kanker (apotekmaxs)

Manfaat daun kelor untuk Pengobatan

Manfaat daun kelor untuk pengobatan memang sudah banyak yang mengetahuinya. Dari mulai akar, daun, kulit batang, biji, dan buah semuanya berguna bagi kesehatan. Riset mengemukakan bahwa kulit batang dari kelor sangat mujarab sebagai penawar racun dari bisa ular dan bisa kalajengking. Dengan mengoleskan kulit batang ekor juga dapat mengobati pembengkakan, karang gigi, dan sariawan pada mulut.
Untuk daunnya, kelor mengandung zat alkaloida yang dapat membantu mencerna makanan. Untuk itu banyak yang menjadikan buah kelor menjadi masakan lezat dan enak seperti sayur asam. Bagian lain yang bermanfaat adalah bagian bunga yang dipercaya dapat mengatasi flu, dan radang tenggorokan. Bijinya pun bisa digunakan untuk menjernihkan air dan sebagai kosmetik kecantikan.
Itulah beberapa manfaat daun kelor dan beberapa bagian lain dari kelor. Mungkin banyak yang belum mengetahui bentuk utuh dari pohon kelor karena memang sudah jarang ditanam. Tapi jika Anda memang ingin menanamnya maka pergilah ke desa atau ke tempat penjualan tanaman obat, maka Anda akan menemukannya dengan mudah.

OBAT HERBAL PENYAKIT KANKER


Manfaat Daun Kelor Untuk Kanker
Selain sebagai obat Diabetes, daun kelor dikenal pula sebagai obat anti kanker. Seperti yang Anda ketahui, penyakit ganas ini memang belum ada obatnya sampai sekarang. Obat yang biasanya diberikan oleh dokter hanya berfungsi sebagai penghambat sel-sel kanker saja.
Nah, ternyata daun kelor juga bisa Anda gunakan layaknya obat kanker tersebut karena ia kaya akan antioksidan. Manfaat daun kelor untuk kanker bisa dibuktikan dengan mengkonsumsi daun kelor secara rutin. Jika Anda mau melakukannya, daun ini juga bahkan bisa mematikan sel kanker yang ada dalam tubuh.
Terakhir, jika Anda ingin memiliki mata yang sehat, tak ada salahnya Anda menjadikan daun kelor sebagai solusi terjitunya. Ketika Anda memutuskan untuk menjajal khasiat daun kelor untuk mata, caranya sangat mudah. Anda tinggal merebus daun kelor dan gunakan airnya untuk membasuh mata Anda.
Dijamin, gangguan pada mata Anda akan diatasi dengan baik oleh daun yang kaya akan manfaat ini. Jadi, jangan salah, meskipun tidak banyak orang modern yang tahu mengenai daun kelor, tetapi khasiatnya tak kalah dengan obat yang ada di rumah sakit atau apotek. Semoga informasi tentang manfaat daun kelor di atas bermanfaat bagi para pembaca.


OBAT HERBAL PENYAKIT DIABETES


Manfaat daun kelor mungkin belum banyak orang yang tahu. Nama daun ini saja banyak orang yang belum mengetahuinya. Daun kelor sebenarnya sudah sering digunakan untuk ramuan oleh orang-orang zaman dahulu.
Hanya saja, di zaman modern ini tak banyak orang yang tahu tentang kegunaan daun kelor karena orang zaman modern yang lebih suka pengobatan medis dibanding dengan pengobatan tradisional atau pengobatan herbal. Nah, bagi Anda yang penasaran apa sebenarnya manfaat dari daun kelor hingga orang zaman dahulu sering menggunakannya untuk obat, simak informasi selengkapnya berikut ini.
Manfaat Daun Kelor Untuk Pengobatan Bagi Tubuh
Ya, daun kelor yang bentuknya cantik ini memang memiliki banyak khasiat untuk mengatasi penyakit. Manfaat daun kelor untuk pengobatan, salah satunya bisa dibuktikan oleh penderita sakit kuning atau lebih dikenal dengan nama liver.
manfaat-daun-kelor-diabetes-kankerApabila orang yang terkena penyakit liver sudah bosan dengan pengobatan medis, tak ada salahnya mereka mencoba pengobatan liver dengan daun kelor. Caranya, Anda bisa mengambil daun kelor dan tumbuk hingga halus. Setelah itu, campurkan air kelapa. Sebagai pemanisnya, Anda bisa menambahkan sedikit madu. Anda hanya perlu meminumnya secara rutin supaya hasilnya segera terlihat.
Tentunya, tak hanya itu saja. Daun kelor juga bisa Anda gunakan sebagai obat rematik. Jika Anda berniat untuk menjajal manfaat daun kelor bagi tubuh yang terserang rematik, caranya cukup mudah. Anda hanya perlu menyiapkan 3 helai daun kelor dan kapur sirih 3 sendok makan.
Setelah itu, Anda hanya diminta untuk menghaluskan daun kelor sampai benar-benar halus dan jangan lupa menambahkan kapur sirihnya. Barulah nanti Anda bisa mengoleskan ramuan yang telah Anda buat pada tubuh yang terkena serangan rematik.
Manfaat Daun Kelor Untuk Diabetes
Anda juga bisa menggunakan daun kelor sebagai obat untuk diabetes. Kebanyakan orang hanya tahu penyakit diabetes akan bisa diatasi dengan memberikan insulin pada tubuh. Ternyata, pemberian insulin tersebut tak harus lewat pengobatan medis karena daun kelor juga bisa berfungsi sebagai pengganti insulin.
Manfaat daun kelor untuk diabetes bisa Anda coba dengan cara mengkonsumsi daun kelor layaknya sayuran yang biasa Anda makan. Ketika Anda mau memakan sayur daun kelor secara rutin, maka diabetes Anda pastinya akan segera teratasi. Tentunya, biaya yang dibutuhkan juga lebih murah dibanding Anda membeli insulin.
Manfaat Daun Kelor Untuk Kanker
Selain itu, daun kelor dikenal pula sebagai obat anti kanker. Seperti yang Anda ketahui, penyakit ganas ini memang belum ada obatnya sampai sekarang. Obat yang biasanya diberikan oleh dokter hanya berfungsi sebagai penghambat sel-sel kanker saja.
Nah, ternyata daun kelor juga bisa Anda gunakan layaknya obat kanker tersebut karena ia kaya akan antioksidan. Manfaat daun kelor untuk kanker bisa dibuktikan dengan mengkonsumsi daun kelor secara rutin. Jika Anda mau melakukannya, daun ini juga bahkan bisa mematikan sel kanker yang ada dalam tubuh.
Terakhir, jika Anda ingin memiliki mata yang sehat, tak ada salahnya Anda menjadikan daun kelor sebagai solusi terjitunya. Ketika Anda memutuskan untuk menjajal khasiat daun kelor untuk mata, caranya sangat mudah. Anda tinggal merebus daun kelor dan gunakan airnya untuk membasuh mata Anda.
Dijamin, gangguan pada mata Anda akan diatasi dengan baik oleh daun yang kaya akan manfaat ini. Jadi, jangan salah, meskipun tidak banyak orang modern yang tahu mengenai daun kelor, tetapi khasiatnya tak kalah dengan obat yang ada di rumah sakit atau apotek. Semoga informasi tentang manfaat daun kelor di atas bermanfaat bagi para pembaca.





Kelor Sejuta Khasiat


“Jika dua minggu tak sembuh, Bapak lumpuh total.” Peringatan dokter di sebuah rumahsakit di Bandung, Jawa Barat, itu terngiang-ngiang di telinga Hartadi.
Dua tahun silam, Hartadi memang begitu gering. Jika berjalan ia merasa tak seimbang, tubuh miring, dan kerap jatuh. Bobot tubuh melorot tajam, 86 kg menjadi 60 kg, hanya dalam sebulan. “Saya tinggal kulit pembalut tulang,” kata ayah tiga anak itu. Semula dokter menduga, Hartadi mengalami gangguan saraf. Namun, tes darah menyibak biang kerok itu semua adalah kadar gula darah yang membubung: 600 mg/dl; kadar normal kurang dari 200 mg/dl.
Ahli medis geleng-geleng kepala melihat hasil tes itu. Ia heran, kadar gula darah yang menjulang, tetapi Hartadi tak pingsan. Mendengar diagnosis itu keluarga pasrah. Namun, Hendrik Christianto - anak sulung Hartadi - yang bekerja di Kabupaten Mimika, Papua, enggan menerima suratan itu. Ia mengirimkan empat botol berisi masing-masing 30 kapsul daun kelor kepada ayahnya di Karawang, Provinsi Jawa Barat. Hendrik terinspirasi seorang kenalan warga Mimika yang juga mengidap diabetes mellitus. Banyak bahan pangan yang mesti ia hindari jika hendak selamat.
Penderita itu akhirnya menyantap sayur daun kelor Moringa oleifera hampir saban hari. Tanpa ia sadari, itulah jalan kesembuhan baginya. Bersandar pada kasus di Mimika Hartadi rutin menelan tiga kapsul dua kali sehari sebelum makan pada pertengahan 2010. Dua pekan kemudian ia merasakan perubahan: jalan relatif seimbang dan saat malam frekuensi berkemih turun drastis menjadi 10 kali - biasanya 20 kali per malam. Perkembangan itu sejalah dengan turunnya kadar gula darah menjadi 520 mg/dl.


Panasea
Hasil tes darah itu sangat menggembirakan Hartadi. Itulah sebabnya ia disiplin mengonsumsi kapsul daun kelor. Makin hari, kadar gula darah pria 59 tahun itu kian turun. Pengecekan terakhir pada 2 Juni 2011 menunjukkan kadar gula darah normal, 145 mg/dl. Kini tubuh Hartadi kembali padat berisi dan segar bugar. Meski begitu ia tetap mengonsumsi kapsul daun tanaman anggota famili Moringaceae itu. Dosis berkurang, hanya dua kapsul per hari.
Kelor terbukti tokcer mengatasi diabetes mellitus. Bukti empiris itu sejalan dengan hasil penelitian Jaiswal Dolly. Periset dari Departemen Kimia Universitas Allahabad, India, itu membuktikan ekstrak kelor lebih efektif menurunkan kadar gula darah daripada Glipizide, obat yang biasa direkomendasikan dokter untuk mengatasi kencing manis. Dalam riset tikus diabetes mellitus itu semula berkadar gula darah 300 mg/dl. Namun, setelah mengonsumsi 300 mg ekstrak daun kelor, kadar gula darah puasa 90 mg/dl pada hari ke-21.
Daun kelor bukan hanya mujarab mengatasi penyakit yang namanya berasal dari dokter di Yunani, Aretaeus (30 - 90) itu (bahasa Yunani: diabainein = pancuran, mellitus = manis). Faktanya banyak pasien beragam penyakit merasakan khasiat tanaman dari India utara itu. Damar Novaldi - bukan nama sebenarnya - misalnya, pada Maret 2011 merasakan sakitnya splenomegali. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Universitas Airlangga, dr Arijanto Jonosewojo SpPD, splenomegali adalah pembengkakan limpa.
“Gangguan fungsi hati seperti sklerosis hati atau kanker hati dapat menyebabkan splenomegali,” kata Arijanto. Penyakit itu dapat mengakibatkan kematian bila organ di belakang lambung sepanjang 12 cm itu pecah. “Saya pasrah. Istri dan ibu juga merasa terpukul,” kata Damar Novaldi setelah mendapat diagnosis itu. Akibat penyakit itu, punggung sakit bukan kepalang, meski tersentuh sedikit saja. Nyeri hebat juga ia rasakan di ulu hati. Kondisi itu membuat Damar serbasalah: tidur miring sakit, telentang pun nyeri.
Menurut Arijanto sakit punggung dan ulu hati itu karena limpa membengkak dan mengalami penekanan sehingga mempengaruhi saraf-saraf organ di sekitarnya. Sepekan opname di rumahsakit di Jakarta Selatan, intensitas sakit memang berkurang. Namun, setelah kembali ke rumah, pria 32 tahun berbobot 86 kg dan tinggi 169 cm itu merasa nyeri lagi. Oleh karena itu ia patuh saat ibu menyarankan untuk menemui Valentina Indrajati, herbalis di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Ketika itulah Valentina meresepkan beragam herbal seperti daun kelor, rimpang bangle, dan daun jati belanda - semua dalam bentuk serbuk berbobot masing-masing 10 gram. Damar merebus herbal dalam dua gelas hingga mendidih dan tersisa segelas. Hasil rebusan itulah yang ia minum rutin dua kali sehari. Pada awal Juli 2011 setelah tiga bulan konsumsi herbal, ia memeriksakan kondisi kesehatan.
“Pinggiran limpa yang semula menghitam, kembali normal berwarna ungu gelap. Limpa juga sudah tak membengkak,” kata Damar yang girang bukan main. Menurut Valentina yang meresepkan daun kelor sejak 2005, kelor memperbaiki fungsi hati yang berhubungan dengan pencernaan dan detoksifikasi. Selain itu kelor juga kaya antioksidan untuk membangun sistem kekebalan tubuh. Ketika kondisi tubuh sehat ibarat benteng yang kokoh, sehingga mampu melawan serangan penyakit.
Makin populer
Setahun terakhir, kelor Moringa oleifera (sinonim Guilandina moringa) memang naik daun. Indikasinya antara lain kian banyak pasien yang memanfaatkan kelor. Damar Novaldi dan Hartadi hanya sebagian kecil yang merasakan khasiat daun kelor. Kelor juga mujarab mengatasi beragam penyakit lain seperti hepatitis, hiperlipidemia alias kolesterol tinggi, dan jantung. Pemanfaatan kelor sebagai herbal “tak terdengar” bila dibandingkan brotowali Tinospora crispa, sambiloto Andrographis paniculata, atau temuputih Curcuma zedoaria.
Selama ini daun kelor identik dengan dunia magis, untuk membuang kesaktian seseorang menjelang ajal. Biji klenthang alias polong kelor populer sebagai penjernih air. Namun, siapa sangka di balik itu semua daun kelor manjur sebagai panasea alias obat untuk beragam penyakit. Riset ilmiah mendukung kuat bukti empiris itu. Setahun lalu Valentina kedatangan pasien hepatitis C. “Matanya menguning, kulit tubuhnya juga kuning,” kata herbalis yang kerap mengajar yoga di India dan Thailand itu.
Herbalis itu meresepkan kelor dan beberapa herbal lain seperti sambiloto dan pegagan kepada penderita berusia 16 tahun itu. Setelah rutin mengonsumsi rebusan serbuk daun kelor, ia akhirnya sembuh sehingga batal opname di rumahsakit. Periset dari Anna Technology University, Tamilnadu, India, C Senthil Kumar, membuktikan bahwa daun kelor memang berkhasiat sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati.
Menurut dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus untuk penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, misalnya luka usus dan luka lambung. “Bagian apa pun yang dipakai aman asal memperhatikan caranya,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Minumlah rebusan daun kelor selagi air hangat. Sebab, efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat. Menurut dr Paulus Wahyudi Halim di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kelor memiliki energi dingin. Herbal seperti itu cocok untuk mengatasi penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker.
Serba ada
Begitu dahsyatnya khasiat daun kelor mengatasi aneka penyakit. Harap mafhum, daun pohon stik drum itu memang mengandung senyawa aktif dan gizi lengkap (lihat infografis) Ahli gizi dari Pusat Penelitian Gizi dan Makanan, Dr Mien Karmini, mengatakan, “Konsumsi asam amino terlalu banyak, efeknya tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, kerja ginjal lebih berat karena asam amino dikeluarkan melalui ginjal. Bila asam amino berasal dari nabati, kemungkinan ginjal bekerja ekstra lebih rendah daripada asam amino dari hewani.”
Beberapa senyawa aktif dalam daun kelor adalah arginin, leusin, dan metionin. Tubuh memang memproduksi arginin, tetapi sangat terbatas. Oleh karena itu perlu asupan dari luar seperti kelor. Kandungan arginin pada daun kelor segar mencapai 406,6 mg; sedangkan pada daun kering, 1.325 mg. Menurut Dr Mien Karmini, arginin meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Di samping itu, arginin juga mempercepat proses penyembuhan luka, meningkatkan kemampuan untuk melawan kanker, dan memperlambat pertumbuhan tumor.
Sementara metionin yang kadarnya mencapai 117 mg pada daun segar dan 350 mg (kering) mampu menyerap lemak dan kolesterol. Oleh karena itu, metionin menjadi kunci kesehatan hati yang banyak berhubungan dengan lemak. Kekurangan metionin menyebabkan beragam penyakit seperti rematik kronis, sirosis, dan gangguan ginjal. Kadar valin dalam daun segar 374 mg atau 1.063 mg (kering) berfungsi dalam sistem saraf dan pencernaan. Perannya antara lain membantu gangguan saraf otot, gangguan mental, emosional, dan insomnia.
Tubuh juga memerlukan leusin karena tak mampu memproduksi sendiri. Daun kelor segar mengandung 492 mg leusin berperan dalam pembentukan protein otot dan fungsi sel normal. “Leusin sangat penting untuk pertumbuhan sel sehingga anak-anak dan remaja mutlak memerlukannya. Ambang batas kebutuhan leusin adalah 55 mg per g protein,” kata Mien Karmini.
Itu hanya sebagian kecil senyawa aktif pada daun kelor. Padahal, selain daun, bagian lain pada tanaman itu juga tak kalah berkhasiat. Kulit batang Moringa oleifera, umpamanya, berkhasiat antitumor (baca Pucuk Sampai Akar Manjur halaman 20 - 21). Pantas bila kini makin banyak herbalis yang meresepkan daun kelor. Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, misalnya, meresepkan daun kelor untuk para pasien beragam penyakit seperti hiperlipidemia dan pendarahan.
Lina memberikan kelor kepada Asih Susilowati yang keguguran. Peran kelor membantu produksi sel darah merah akibat kehilangan darah saat keguguran, memperkuat rahim, dan saluran indung telur. Sebulan setelah rutin mengonsumsi rebusan daun kelor, Asih hamil. Ia melahirkan dengan selamat sembilan bulan kemudian. Herbalis di Kotamadya Batu, Provinsi Jawa Timur, Wahyu Suprapto, sepakat bahwa kelor bagus bagi penderita pendarahan seperti Asih dan anemia. Kandungan zat besi kelor sangat tinggi, yakni 28 mg per 100 gram bahan.
Tren kelor
Pemanfaatan kelor untuk herbal kini terbukti kian meluas di berbagai daerah. Kondisi itu mendorong Muslihuddin dan Gatot Santosa membuka kebun kelor 1 ha di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Agustus 2009. Jangan bayangkan tanaman kelor yang tinggi menjulang. Kelor budidaya tak lebih dari 75 cm karena pekebun kerap memanen seperti teh. Dari kebun itulah mereka mengekstrak kelor. Produksinya baru 200 botol - masing-masing 30 kapsul - per bulan.
Dalam waktu dekat, Gatot Santosa bersiap memenuhi permintaan rutin importir dari India yang mencapai 25.000 botol per bulan. Produksi ekstrak kelor itu mereka lakukan setelah Muslihudin, karyawan Freeport Indonesia di Timika, Provinsi Papua, terbelalak mengetahui khasiat kelor dari dunia maya. “Kita bisa membantu masyarakat untuk memproduksi herbal asal kelor,” kata Muslihudin.
Salman Rizki di Surabaya rutin mengirimkan ekstrak kelor ke Filipina sejak 2005. Ia memperoleh bahan baku dari daerah di sekitar Surabaya seperti Pasuruan dan Mojokerto. Sayang, ia merahasiakan rendemen dan harga jual. Salman mengirimkan rata-rata 400 kg ekstrak daun kelor per bulan. Kaum ibu di Filipina memberikan malunggay alias kelor kepada bayi-bayi mereka. Mereka menyebut kelor sebagai “teman ibu yang baik”.
Di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, kelor memang sohor sebagai bahan pangan. Rodney Perdew yang tinggal di Arizona, Amerika Serikat, membudidayakan kelor di Arizona dan Meksiko - lebih dari 80.000 tanaman. Ia mengolah kelor menjadi teh, kapsul, dan minyak. “Sejak dua tahun lalu, terjadi peningkatan pertumbuhan 50% per tahun,” kata Rodney.
Ia tertarik mengebunkan komoditas itu karena, “Kelor merupakan sumber pangan yang hebat, sekaligus bahan kosmetik dan obat,” kata Rodney kepada wartawan Trubus Tri Istianingsih. Itu bukti bahwa kelor memang tanaman serbaguna: daun, kulit batang, polong, akar, bahkan getahnya pun berkhasiat obat. (Sardi Duryatmo/Peliput: Andari Titisari, Imam Wiguna, Pranawita Karina, & Tri Susanti)
Sumber: Trubus 501 - Agustus 2011/XLII

TESTIMONI MANFAAT KELOR (MORINGA)


Ada dua hal yang terkenal mengenai kata “kelor” di Indonesia, yaitu : ilmu gaib dan pribahasa. Saya kurang mengerti bagaimana awal terjadinya hubungan keterkaitan antara kata kelor dengan kedua hal tersebut. Bagi saya, kedua hal yang selalu menyertai kata “kelor” itu, cukup mempengaruhi untuk tidak terlalu mau tahu lebih jelas mengenai kemampuan sebenarnya dari tanaman kelor.
Sekitar awal Maret 2012, seorang kolega bercerita kepada saya mengenai kemampuan daun kelor dalam menetralisir Diabetes Miletus yang di deritanya. Ia pun bercerita bagaimana daun kelor dapat meredakan penyakit asma pada salah seorang karyawannya dan banyak cerita-cerita lainnya mengenai khasiat daun kelor dalam mengatasi berbagai macam penyakit pada orang yang dikenalnya. Saya tidak terlalu memberikan satu perhatian khusus atas semua cerita itu, namun yang menjadikan permasalahan kelor ini berlanjut adalah saya juga mengenal orang-orang yang diceritakan olehnya. Saat bertemu dengan orang-orang dimaksud, saya menyempatkan untuk bertanya mengenai cerita tentang teh daun kelor yang mereka konsumsi. Mereka pun membenarkan cerita tersebut.
Memulai pencarian informasi mengenai tanaman kelor di internet tidaklah sulit, cukup banyak situs dalam negeri membahas tentang khasiat tanaman kelor. Namun, terdapat kemiripan pembahasan antara satu dengan lainnya, seolah-olah semua situs mengambil informasi dari sumber yang sama. Berbeda halnya saat menggunakan kata kunci “moringa oleifera”, saya mendapatkan bahwa pembahasan mengenai tanaman kelor yang (ternyata) sudah mendunia. Banyak situs luar negeri memerinci secara detail khasiat tanaman kelor. Salah satu di antaranya adalah Wikipedia.
Disitu disebutkan besar jumlah / kuantitas dari satu / beberapa jenis kandungan nutrisi dari daun kelor dibandingkan jenis makanan lain yang juga memiliki kandungan nutrisi yang sama. Seperti perbandingan vitamin A dengan wortel, vitamin C dengan jeruk, kalsium dengan susu dan beberapa lainnya. Anda dapat melihatnya sendiri detail informasi yang disajikan diWikipedia.
Jika mengacu pada informasi yang tertera pada Wikipedia, terlepas dari cerita gaib yang selalu menyertainya, daun kelor dapat dijadikan sebagai salah satu bahan makanan yang layak diperhitungkan keberadaannya untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh.
Sejak awal bulan Juli 2012 hingga sekarang, setiap hari, saya mulai dan selalu mengkonsumsi air seduhan daun kelor yang sudah dikeringkan. Tidak ada batasan berapa banyak air seduhan di konsumsi dalam sehari, bahkan saya menjadikannya sebagai pengganti air tawar yang biasa diminum setiap hari.
Saya mengupah seseorang untuk mencarikan bahan mentahnya, sisa pekerjaan hingga menjadi produk siap konsumsi dikerjakan sendiri. Ada dua metode yang dapat digunakan dalam proses pengeringan daun kelor : memanggang-nya dalam oven dengan api kecil atau diangin-anginkan. Jika anda hendak membuatnya dengan cara diangin-anginkan, saya sarankan, lebih baik untuk melakukan proses pengeringan di area luar rumah dan tidak terkena sinar cahaya matahari. Aroma cukup tajam dari daun kelor selama berlangsungnya proses pengeringan akan sangat mengganggu dan terjadi cukup lama (3 – 4 hari).
top

Proses mengeringkan daun kelor…

Jika anda berniat untuk membuat seduhan dari daun kelor yang telah dikeringkan, saya memiliki sedikit pengalaman bagaimana cara pengerjaannya.
Metode pengeringan dengan menggunakan oven :
  • Siangi daun kelor dari tangkainya dan kumpulkan pada loyang kue (jangan terlalu penuh).
  • Nyalakan oven dengan temperatur maximum 60° Celcius.
  • Masukkan loyang berisi daun kelor ke dalam oven.
  • Panggang hingga mengering (± 1 jam).
  • Agar lebih cepat, aduk setiap 20 menit sekali.
  • Setelah kering, daun dapat dihancurkan langsung dengan cara meremasnya.
  • Simpan dalam toples atau wadah kedap udara.
Metode pengeringan dengan cara diangin-anginkan :
  • Siangi daun kelor dari tangkainya dan letakkan pada wadah bambu (Sunda : tetampah).
  • Letakkan pada area yang tidak terkena sinar matahari langsung dan cukup angin.
  • Aduk daun kelor setiap 12 jam sekali untuk menjadikan proses pengeringan merata.
  • Jika keadaan cuaca tidak hujan, daun akan mengering dalam waktu 1 – 2 minggu.
  • Parut / blender daun yang telah kering agar berbentuk serpihan kecil.
  • Simpan dalam toples atau wadah kedap udara.
Keterangan :
  • Setiap satu sendok teh daun kelor kering, dapat diseduh dengan 300- 350 mililiter air panas (1 gelas), kemudian diminum setelah dingin sebagaimana teh pada umumnya. Agar lebih mudah memisahkan antara ampas dari air seduhan, dapat menggunakan teko untuk menyeduh teh yang memiliki wadah tempat menaruh daun agar tidak bercampur air seduhan.
  • Cara lain yang lebih nyaman adalah dengan menggunakan coffee maker. Cukup menaruh daun kelor pada wadah untuk meletakkan bubuk kopi, nyalakan dan tunggu hingga selesai.
Efek pada tubuh…
Pernyataan yang sering terdengar bagi yang telah mengkonsumsi teh daun kelor adalah dapat tidur dengan pulas. Kebiasaan terbangun setiap 2 – 3 jam sekali pada saat tidur di malam hari, tidak terjadi lagi setelah mengkonsumsi teh daun kelor.
Beberapa orang lain dengan bawaan lambung cukup peka, tidak merasakan gangguan apa pun dari teh daun kelor yang mereka minum. Efek teh daun kelor itu sendiri terhadap lambung mereka, dapat dikatakan positif. Terutama pada rutinitas buang air besar.
Pada penderita osteoporosis, nyeri linu yang biasa mereka alami memang benar berkurang, bahkan ada beberapa menyatakan sudah merasa reda sama sekali.
Salah seorang famili yang terkena Diabetes Melitus datang berkunjung ke rumah, tertarik menjadi sukarelawan untuk mencoba teh daun kelor. Setelah 1 bulan kemudian, beliau kembali berkunjung ke rumah saya dan bercerita mengenai efek teh daun kelor yang di-konsumsi-nya. Saya tidak tahu persis standar ukuran kadar gula darah, yang beliau katakan adalah gula darahnya turun dari 300 ke 185 pada awal minggu ke 4. Selama 3 minggu sebelumnya mengkonsumsi teh daun kelor, pantangan atas makanan tertentu ditiadakan sama sekali. Semua aktivitas harian dijalani secara normal sebagaimana sebelum menderita DM. Pemeriksaan yang dilakukan, selain menggunakan alat untuk memeriksa gula darah sendiri, juga mengunjungi dokter guna mendapatkan hasil lebih akurat. Saya tidak melihat hasil test yang dilakukan, secara fisik terlihat perbedaan di wajahnya yang nampak jauh lebih segar dari sebelumnya.
Bagi saya sendiri, teh daun kelor cenderung mempengaruhi kerja lambung menjadi lebih baik.

Efek pada tanaman…

Seperti informasi kandungan nutrisi yang tertera pada Wikipedia, saya berkesimpulan, daun kelor dapat dijadikan sebagai bahan pupuk tanaman. Menjadikan teh daun kelor sebagai pupuk organik cair (POC), belum pernah dicoba. Saya hanya meletakkan ampas hasil seduhan di permukaan media tanam. Efek yang sudah terlihat adalah daun di area bagian bawah tanaman menjadi terpelihara dengan baik. Jeda waktu pengaplikasian yang singkat (2 minggu sekali), tidak menimbulkan efek negatif sebagaimana dihasilkan oleh ampas teh maupun kopi. Perbedaan dengan pupuk organik lain yang pernah saya buat dan coba sebelumnya, dimana pertumbuhan lebih ter-konsentrasi pada bagian pucuk tanaman, ampas daun kelor membuat keseluruhan bagian tanaman nampak segar.
Jika anda berniat membuat POC berbahan dasar daun kelor, dapat dengan menyeduh kembali ampas daun kelor dari seduhan pertama. Atau, jika sekedar ingin mengetahui efeknya, dapat dengan 15 ml teh daun kelor ditambahkan 2 liter air tawar. Semprotkan pada permukaan daun dan tunggu efeknya setelah 1 bulan kemudian. Saat ini saya belum memiliki informasi yang pasti mengenai efek air seduhan daun kelor jika diaplikasikan secara rutin sebagai POC pada tanaman.
Hal yang cukup membuat penasaran adalah ketika menyiangi daun kelor, tidak ditemukan sisa hama beredar di permukaan daun saat disiangi. Tidak ada bagian daun rusak akibat gigitan serangga seperti belalang maupun ulat daun. Apakah daun kelor mengandung sejenis toksik sebagaimana halnya daun mimba, saya tidak tahu.
Apakah daun kelor dapat berfungsi sekaligus sebagai pestisida? Saya agak meragukannya. Jika berbicara mengenai pestisida pada saat ini, saya tetap mengandalkan ramuan daun mimba dan bawang putih (artikel Membuat Pestisida Organik dengan Daun Mimba…).

Hal lain yang perlu diketahui…

Jangan menaruh air hasil seduhan daun kelor pada wadah bening (mis. gelas atau tempat air tembus pandang). Saya kurang mengerti apa yang sebenarnya terjadi setelah air seduhan ditempatkan dalam gelas selama 6 – 12 jam berubah menjadi keruh. Meski tidak mengeluarkan aroma tak sedap dan masih dapat diminum, tingkat kesegarannya berbeda dengan air seduhan yang masih dalam keadaan bening.
Saya mencoba menempatkan air seduhan di dua wadah berbeda, gelas dan keramik, dalam waktu bersamaan. Setelah lebih dari 12 jam, air seduhan pada wadah keramik masih tetap bening seperti semula. Berbeda dengan wadah gelas, menjadi keruh.
Proses pengeringan menggunakan oven menghasilkan cita rasa berbeda dibanding diangin-anginkan. Demikian juga air hasil seduhannya, yang satu berwarna kehijauan sedangkan lainnya berwarna kekuningan. Secara khasiat, saya tidak mengetahui persis detail perbedaan air seduhan antara kedua produk tersebut. Untuk daun kelor hasil peng-oven-an, walau pun hampir tidak berbau, lambung terasa kurang nyaman setelah air diminum. Namun, hanya sesaat. Tidak berlangsung lama. Sedangkan yang diangin-anginkan, sama sekali tidak terasa efek apa pun. Sama seperti minum air tawar biasa saja. Mungkin disebabkan konsentrasi kuantitas daun dengan proses pengovenan jauh lebih banyak (lebih kering) daripada diangin-anginkan. Walau secara kasat mata terlihat sama saja, satu sendok teh.

Lebih lanjut dengan daun kelor…

Bagaimana pun ampuhnya daun kelor sebagai salah satu bahan makanan kaya nutrisi, tergantung pada kita menjalaninya. Tidak ada salahnya mencoba secara rutin mengkonsumsi air seduhan daun kelor karena tanaman tersebut telah direkomendasikan oleh beberapa badan internasional sebagai salah satu bahan yang layak dalam memenuhi kebutuhan nutrisi di tubuh kita. Jika memang tidak merasa nyaman selama menjalaninya, kita dapat langsung menghentikannya tanpa banyak mengeluarkan biaya berarti.

Selamat mencoba!
copas dari berkebundirumahdotcom